Senin, 24 Februari 2025 | 22:02:51

Pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Anambas Oleh PT DELBIPER CAHAYA CEMERLANG Terkesan Amburadul

Ket Gambar : Proyek Pembangunan Gedung baru kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas

JAKARTA | MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | Realisasi Proyek pembangunan Kantor Bupati Kepulauan Anambas ( KKA) mengalami keterlambatan. PT DELBIPER CAHAYA CEMERLANG sebagai kontraktor pelaksana setelah diberikan penambahan waktu selama 50 hari kerja akhirnya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Hasil informasi yang dihimpun media, Pembangunan Kantor Bupati tahap III yang di laksanakan PT DELBIPER CAHAYA CEMERLANG sudah mengajukan Addendum perpanjangan masa kerja pada tanggal 26 Desember 2017 lalu.

Pihak Dinas PUPR KKA telah memberikan penambahan waktu selama 50 hari kerja. Jatuh tempo masa kerja pada tanggal 12 Februari lalu namun faktanya Kantor Bupati belum juga kunjung selesai.

Dikonfirmasi Muhammad Hatta selaku PPTK yang baru saja ditunjuk pada tahun 2018 ini membenarkan terjadinya keterlambatan kerja.

" benar penambahan waktu 50 hari kerja yang diberikan kepada PT Deliber pada tanggal 26 Desember lalu sudah habis. Pihak kita belum memberikan rekomendasi atau keputusan untuk kelanjutannya." jelasnya. Selasa 6/ 3

Ia menambahkan, BPK bersama Dinas PUPR (KKA) sudah mengunjungi bangunan tesebut dan untuk kelanjutan habis masa waktu kerja pihaknya masih dalam tahap pembahasan.

" untuk keputusan belum ada bg. apakah putus kontrak atau tetap lanjut. Jika putus kontrak tentunya akan dilelang kembali dan anggaran Pemeliharaan bangunan akan hilang. Angaran tersebut 5 % dari pagu anggaran" tambahnya.

Meskipun masa kontrak pekerjaan sudah jatuh tempo, pihak kontraktor masih terus bekerja untuk percepatan pembangunan mengingat, Pemkab Anambas akan pindah kantor di bulan Mei mendatang.

BPK belum memberikan rekomendasi atas keterlambatan pekerjaan. BPK menilai pihak kontraktor masih berniat baik untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dalam Keppres pengadaan barang dan jasa kegiatan yang bersumber dari APBN addendum penambahan waktu diberikan selama 90 hari kerja sementara kegiatan yang bersumber dari APBD masa tambahan waktu diberikan selama 50 hari kerja.

Terus apa alasan BPK dan Dinas PUPR (KKA) belum memberikan rekomendasi terkait keterlambatan ini dan apakah perusahaan akan terancam di Backlist ?

Kononnya, pertimbangan tersebut diambil dengan alasan anggaran biaya pemeliharaan dan sisa dari Pagu anggaran, akan hilang dengan kata lain dikembalikan ke kas daerah.(Red)

Terpisah, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa Bayan Nullah mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya dengan BPK dan Dinas terkait kelanjutan rekomendasi nantinya.

Ia sepakat jika dihentikan pekerjaan atau putus kontrak Pemkab Anambas akan banyak mengalami kerugian.

" jika dihentikan banyak kerugianya, seperti biaya pemeliharaan akan hilang dan yang menjadi pertimbangan, pembangunan Kantor Bupati akan tertunda lagi. Sementara, Pemkab Anambas saat ini berencana pindah secepatnya untuk meminimalisir kost sewa kantor selama ini." katanya.[ Fitra ]

Editor : yuni S
Penanggung jawab : obor Panjaitan

Berita Terkait

Komentar