MOSKOW | MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | ( Sabtu, 7 / 10 / 2017 )
Ket.Gambar: Ilustrasi (Rudal Korut) sumber Reuters
Dunia tengah terguncang ketika mendengar kabar uji coba rudal jarak jauh Korut akan ditampilkan. Hal ini menggemparkan banyak pihak tak terkecuali Tokoh-tokoh dunia seperti Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin dan lainnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa serangan militer terhadap Korea Utara (Korut) yang ditujukan untuk menghancurkan program rudal dan nuklir Pyongyang kemungkinan tidak akan sukses. Menurut Putin, Korut kemungkinan memiliki fasilitas militer tersembunyi yang tidak diketahui siapapun sehingga serangan militer yang dilancarkan akan berakhir sia-sia.
Rusia menentang keras gagasan serangan militer terhadap Korut yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Moskow lebih memilih jalur diplomasi dengan dukungan insentif ekonomi bagi Pyongyang untuk menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea.
Namun, saat berbicara di forum energi di Moskow, Rusia, Putin mengungkapkan keraguannya akan keefektifan penggunaan kekuatan militer atau tindakan sejenis untuk menghentikan program persenjataan Korut.
"Dapatkah serangan global terhadap Korut diluncurkan untuk melucuti senjata itu? Ya bisa. Apakah serangan itu akan mencapai tujuannya? Kami tidak tahu. Siapa yang tahu apa yang mereka miliki di sana dan di mana. Tidak ada yang tahu dengan kepastian 100 persen karena Korut adalah negara tertutup, " ujar Putin sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (5/10/2017).
Pembocoran Rudal Korut oleh Anggota Parlemen Rusia
Seusai pulangnya dari Pyongyang, Legislator Rusia, Anton Morozov, memprediksi bahwa Korea Utara (Korut) saat ini sedang mempersiapkan uji coba rudal jarak jauh. Peluru kendali itu diyakini dapat mencapai wilayah pantai barat Amerika Serikat (AS).
Morozov adalah anggota dari Komisi Luar Negeri Parlemen Rusia, Duma. Perkataan tersebut menjadi sahih mengingat ia baru saja kembali dari kunjungan bersama dua orang legislator lainnya ke Pyongyang pada 2-6 Oktober.
“Mereka sedang menyiapkan uji coba baru untuk rudal jarak jauh. Mereka bahkan memberikan kami perhitungan matematis untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa rudal bisa menghantam pantai barat Amerika Serikat,” tutur Anton Morozov, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (7/10/2017).
"Sejauh yang kami pahami, mereka berkeinginan meluncurkan satu lagi rudal jarak jauh dalam waktu dekat. Dan secara umum, mereka dalam mood untuk berperang,” sambung Morozov.
Pernyataan dari sang legislator patut dicermati dengan seksama oleh AS, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel), yang selama ini merasa terancam dengan tindakan provokatif Korut. Paling tidak, ketegangan di Semenanjung Korea akan kembali memanas.
Jika benar Korut akan kembali menguji coba rudal balistik, maka dipastikan reaksi keras akan kembali muncul dari Presiden AS Donald Trump. Politikus Partai Republik itu dalam Sidang Majelis Umum PBB beberapa pekan lalu menyatakan siap untuk menghancurkan Korut jika memang terpaksa.
Trump juga mengatakan bahwa semua opsi terhidang di atas meja dan siap diambil untuk Korea Utara. Meski demikian, sejumlah pejabat AS meyakini sang presiden masih akan tetap mengambil jalan diplomasi untuk menekan Korut agar mengurangi bahkan menghentikan program rudal serta nuklir mereka.
Nicholas Kristof, seorang kolumnis New York Times yang baru saja kembali ke Pyongyang untuk berkunjung, menulis bahwa Korea Utara menggembleng warganya untuk bersiap perang nuklir dengan AS.
Billboard di Ibu Kota Korea Utara, kata dia, menunjukkan rudal yang menghancurkan gedung Capitol AS di Washington, DC.
Penduduk Pyongyang, Mun Hyok-myong, seorang guru, berbincang dengan Kristof saat berkunjung ke sebuah taman hiburan. ”Jika kami harus berperang, kami tidak akan ragu untuk menghancurkan Amerika Serikat secara total,” kata Kristof menirukan ucapan warga Korea Utara itu.
Pemerintah Kim Jong-un sampai saat ini belum mengonfirmasi laporan persiapan uji coba ICBM seperti yang dibocorkan anggota parlemen Rusia.
(War)
Editor: MN
Berita Terkait
BERLANGGANAN NEWSLETTER
Komentar