Jumat, 4 April 2025 | 04:21:40

KIM JONG-NAM DIBUNUH OLEH 4 TERSANGKA LAINNYA , SITI AISYAH KEMBALI JALANI SIDANG

Ket Gambar : Warga Indonesia Siti Aisyah yang menjalani sidang pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri laki-laki pemimpin Korea Utara, dikawal saat ia tiba di Departemen Kimia di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (9/10). ANTARA FOTO/REUTERS/Lai Seng Sin/cfo/17

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN|Kuala Lumpur – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kim Jong-un diduga bukan hanya dibunuh oleh Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam yang keduanya kini menjalani persidangan selaku terdakwa di Pengadilan Shah Alam, Malaysia.

Selain membekuk Siti dan Doan, sebenarnya ada empat tersangka lagi yang sayangnya dibiarkan kabur oleh pemerintah Malaysia pulang ke negaranya. Namun pengakuan atas keempat tersangka lainnya dibenarkan oleh kesaksian polisi Malaysia pada persidangan di Shah Alam, Malaysia, Kamis (12/10) kemarin.

Adapun Siti Aisyah (25) dan Doan Thi Huong (29) sudah didakwa pada Maret lalu sebagai pembunuh Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, 13 Februari 2017. Namun, seorang polisi penyidik menyebutkan ada empat tersangka lain selain Aisyah dan Doan.

Keempatnya hanya diidentifikasi sebagai Chang, Y, James, dan Hanamori yang juga disebut sebagai “kakek” atau “paman”. Namun di hadapan hakim polisi Malaysia tidak mengungkap kewarganegaraan keempat tersangka yang diduga melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) usai pembunuhan.

Di hadapan hakim, penyelidik polisi Malaysia bernama Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz menerangkan sosok berinisial Y sebagai pria yang terlihat di dalam video yang diputar di ruang sidang sehari sebelumnya.

Di video yang diambil dari Bandara Internasional Kuala Lumpur II itu terlihat Y mengenakan topi hitam dengan tas punggung hitam berjalan masuk ke bandara dengan seorang perempuan yang mirip Doan Thi Huong.

Dalam video juga tampak Siti dan Huong menyeka wajah Kim Jong-nam. Diduga keduanya mengusapkan cairan VX yang sangat mematikan sehingga masuk dalam daftar zat terlarang oleh PBB ke wajah korban. Tak lama Kim Jung-nam kejang-kejang dan mendapatkan perawatan petugas bandara.

“Berdasarkan penyelidikan saya, Y adalah orang yang memberikan cairan itu kepada tertuduh kedua,” ucap Wan Azirul menunjuk Huong yang tampak tertunduk lesu.

Sedangkan sosok kedua bernama Chang terlihat bertemu dengan Siti Aisyah di restoran bandara di lantai tiga aula keberangkatan dalam video lain, yang juga sudah ditayangkan di ruang sidang.

Adapun Hanamori yang memberikan instruksi kepada Y dan James disebut-sebut penyelidik dari kepolisian Malaysia sebagai orang yang “merekrut” Siti Aisyah, Namun Wan Azirul tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses perekrutannya.

Bahkan, penyelidik juga tidak menjelaskan secara gamblang apakah keempat tersangka merupakan warga Korea Utara atau bukan dan apakah keempatnya sama dengan empat pria, yang menurut Kepolisian Malaysia meninggalkan Kuala Lumpur menuju Pyongyang pada hari pembunuhan saudara tiri Kim Jong Un itu.

Memang, pihak berwenang Malaysia sebelumnya mengeluarkan peringatan red notice atau satu tingkat di bawah perintah penangkapan internasional – atas keempatnya yang disebut merupakan warga Korut bernama Ri Ji Hyon, Hong Song Hac, O Jong Gil, dan Ri Jae Nam.

Satu lagi perkembangan terbaru yang didapat dari keterangan polisi Malaysia, saat pembunuhan, Kim Jong Nam membawa uang tunai senilai 100.000 dollar atau sekitar 1,3 miliar. Uang itu kini disimpan oleh Kepolisian Malaysia.

Dengan tidak tertangkapnya keempat tersangka lainnya memang tidak bisa ditebak arah persidangan akan memberatkan atau justru meringankan kedua terdakwa. Tapi yang jelas, apabila Siti Aisyah yang asal Kabupaten Serang, Banten dan Doan Thi Huong yang asal Vietnam terbukti bersalah keduanya terancam hukuman mati.

Agenda sidang berikutnya dijadwalkan pada Selasa (24/10) dua pekan depan setelah kunjungan ke tempat kejadian perkara.[]
Sumber © Nusantara.news
Editor : Obor Panjaitan

Berita Terkait

Komentar