Jumat, 4 April 2025 | 06:53:12

GENOSIDA ETNIS ROHINGYA, KEDUBES MYANMAR DIBANJIRI DEMO BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT INDONESIA.

Gambar : Aksi massa di depan Kedubes Myanmar

Video News : Berikut Cuplikannya : 

JAKARTA | MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN. Selasa 05 September 2017 KEDUTAAN BESAR MYANMAR yang terletak di Jl H Agus Salim no 109 Menteng Jakarta Pusat.
Dalam Satu hari Kedubes myanmar di demo oleh berbagi organisasi mahasiswa maupun organisasi masyarakat,Aksi ini muncul di sebabkan tragedi di myanmar yang berbuntut aksi solidaritas termasuk di Jakarta.
Beberapa Hari yang lalu tepatnya 3 September 2017 Kedubes myanmar di duga di lempar Bom molotov oleh pihak yang tidak bertanggung Jawab, Dan hari ini selasa Kedubes myanmar di demo.

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN melihat salah satu Aksi Unras FKMJ dan Korps Mahasiswa (KopMa) GPII Solidaritas Umat Muslim Rohingya di Kedubes Myanmar
pimpinan Zulfikar Korlap Mahyudin Rumata dan Zikrilla.

PERNYATAAN SIKAP KORPS MAHASISWA (KOPMA) GPII dalam rilies yang dikeluarkan :

Setelah mencermati tindakan militer Myanmar akhir akhir ini yang secara membabi buta melakukan tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya sehingga tidak kurang dari 3000 orang melarikan diri keperbatasan Bangladesh dan kurang dari 800 org telah menjadi korban termasuk perempuan dan anak anak.
Atas tindakan sadis dan brutal militer Myanmar yang tidak berperikemanusiaan dan tidak beradap tersebut.
Korps Mahasiswa (KOPMA) GPII menyampaikan pernyataan sikap sbb :
1. Mendesak PBB untuk segera mengambil langkah ceppat dan tegas atas tragedi kemanusiaan yang terjadi terus menerus di Myanmar dan mengambil alih penanganan dari pemerintah Myanmar yang terbukti secara menyakinkan tidak melakukqn penanganan secara serius bahkan terkesan melakukan pembiaran.
2. Mendesak negara negara ASEAN untuk menyamakan sikap politik dan membekukan penanganan keanggotaan Myanmar dari ASEAN.
3. Mendesak para aktivis HAM dan kemanusiaan diseluruh dunia untuk memberikan perhatian serius yerhadap kasus Genosida etnis Rohingya,sehingga tragedi kejahatan kemanusiaan ini bisa segera dihentikan.
4. Mendesak Pemerintah Bangladesh untuk lebih mengedepankan pertimbangan kemanusiaan dan membuka perbatasan untuk memberi kesempatan bagi etnis Rohingya sehingga bisa menyelamatkan diri  dari kebrutalan militer Myanmar.
5. Meminta kepada Pemerintah Indonesia demi alasan kemanusiaan untuk mempertimbangkan secara sungguh sungguh dan mendalam tentang pemutusan hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar.
6. Meminta tragedi pembantain Rohingya dibawa ke Mahkamah International.
7. Mencabut Hadiah Nobel Perdamaian untuk Aung Saan Suu Kyi hadiah itu patut dikembalikan karena peraihnya dianggap melakukan pengkhianatan dari essensi  Nobel Perdamaian dengan membiarkan tragedi Rohingya terjadi didepan mata.
8. Menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia  untuk bersikap dan berbuat sebagai perwujudan dari ukhuwah Islamiyah dalam meringankan beban Rohingyw dengan peraturan dan UU yang berlaku di Indonesia.
9. Kami Korps Mahasiswa (KOPMA)GPII siap dikirim ke Myanmar untuk menjadi mujahid mujahid membantu Rohingya
Demikian pernyataan sikap KORPS MAHASISWA (KOPMA)GPII dalam merespon perkembangan Genosida Etnis Rohingya yang dilakukan oleh militer Myanmar,langkah ini ditempuhkarena kepedulian terhadap kemanusiaan dan kekhawatiran peristuwa yang terjadi di Myanmar akan berdampak dan mengganggu Harmonisasi Etnis dan Agama di Asia Tenggara terutama Indonesia.

Zulfikar Fauzi  Ketum Korps Mahasiswa
Mengatakan" Ayooo...Gotong Royong Kemanusiaan Untuk Rohingya,bukan tentang Migas atau SDA...
Bukan tentang perang kepentingan global...
Bukan juga tentang kepentingan dalam negeri Myanmar...
Akan tetapi semata mata untuk kepentingan kemanusiaan.

Warga Rohingya bukan binatang,mereka manusia yang berhak hidup,mengakses lingkungan dan menikmati hidup sebagai manusia lainnya,Laporan PBB menyebut warga Rohingya sebagai kelompok manusia paling teraniaya dan jauh lebih buruk ketimbang warga kulit hitam saat apartheid diberlakukan di Afrika Selatan,Rohingya telah menjadi sumber keprihatinan yang mendalam semua elemen.

Per 4 Agustus 2017, Indonesia melalui Mentri Luar Negri,Retno Marsudi berada di Myanmar dan telah melakukan beberapa pertemuan bilateral baik dengan Aung San Suu Kyi,maupun Panglima Tentara Myanmar.Namun itu tidak cukup jika Myanmar tidak berkomitmen menyelesaikan persoalan Rohingya.Sebagai bangsa yang besar dan berpenduduk muslim terbesar serta atas nama kemanusiaan seharusnya.

1.Indonesia menjadi lokomotif perdamaian di Rohingya dengan melakukan upaya diplomatik untuk menekan Myanmar menghentikan kekerasan dan operasi militer di Rakhine dengan sungguh sungguh.

2.Agar situasi ini tidak berulang, Indonesia bisa memelopori dengan menawarkan diri sebagai mediator penyelesaiam konflik Rohingya.karena problem utama dari masalah Rohingya adalah akses terhadap wilayah Rakhine serta status kewarganegaraan.

3.Menyerukan kepala DK PBB dan ASEAN untuk mendesak paksa Myanmar untuk menghentikan operasi penghapusan minoritas di Myanmar

4.Menyerukan kepada dunia internasional untuk mengusir duta besar Myanmar dan menyegel kantor kedutaan Myanmar dimasing masing negara jika Myanmar tidak segera menghentikan kekerasan dan pembunuhan di Rakhine

5.Menyerukan untuk mencabut Nobel perdamaian milik Aung San Sun Kyi.( David . S)
EDITOR : OBOR PANJAITAN



Berita Terkait

Komentar