Ket Gambar : Puskesmas rawat inap Kecamatan Brangsong yang terbegkelai sampai saai ini bangunan mangkrak tidak di lanjutkan
Kendal-Jawa Tengah | Media Nasional Obor Keadilan |Minggu (17/09), Pembangunan Puskesmas Brangsong di Jalan Raya Brangsong, Kendal, yang memasuki tahap dua tahun ini terancam gagal.
Pasalnya hingga saat ini belum selesai proses lelang. Bahkan lelang sudah dua kali mengalami kegagalan. Dengan menyisakan waktu dua pekan untuk lelang dan tiga bulan untuk pekerjaan, kalangan DPRD Kendal pesimistis pembangunan bisa selesai tahun ini.
Ketua Komisi D DPRD Kendal, Ahmat Suyuti, menyayangkan lambannya kinerja pemerintah kabupaten dalam melanjutkan pembangunan Puskesmas Brangsong. Padahal pembangunan untuk tahap dua telah dianggarkan di APBD Kendal 2017 sebesar Rp 1 miliar.
โโSeharusnya lelang dilakukan pada awal tahun, sehingga Maret bisa mulai dikerjakan dan September proyek selesai. Pekerjaan fisik diperkirakan membutuhkan waktu enam bulan. Dengan sisa tiga bulan ini, saya pesimis pembangunan bisa berjalan. Padahal puskesmas sangat berkaitan dengan pelayanan kesehatan,โโ kata Suyuti Minggu 17 September 2017.
Dia tidak mengerti mengapa sampai terjadi gagal lelang sampai dua kali. Hal itu, kata dia, menunjukkan pemerintah kurang serius memperhatikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara ini pelayanan puskesmas menempati bangunan di sebelah timur Sungai Waridin.
โโKondisinya kurang layak, karena tidak luas, sehingga pasien penuh sesak,โโ terangnya.
Anggota Komisi C DPRD Kendal, Slamet Riyadi, mengatakan, pembangunan puskesmas dilakukan sejak 2016. Kala itu dianggarkan Rp 3 miliar dan hanya menyelesaikan kontruksi fisik. Lantaran waktunya tidak mencukupi, Dinas Kesehatan Kendal memutus kontrak.
โโPenyerapan anggaran saat itu sekitar 60 persen dari Rp 3 miliar,โโ kata Slamet yang tahun 2016 masih berada di Komisi D dan ikut serta dalam pembahasan pembangunan tersebut.
Kepala ULP Kendal, Sudaryanto, mengatakan, lelang untuk pekerjaan sudah dilakukan sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2017. Dia mengatakan, dua kali mengalami gagal lelang, karena tidak terdapat peserta lelang yang memenuhi syarat.
''Banyak kontraktor yang mendaftar, tetapi semuanya tidak memenuhi syarat,'' kata Sudaryanto. (WAHYUDI)
Editor : Obor Panjaitan